
Panggayo.com – Mars Sarekat Ambon ciptaan Ina Bala Wattimena, sering juga disebut sebagai Lagu Perjuangan Ambon. Lagu ini lahir di era pergerakan sekitar tahun 1920-an dan merupakan salah satu alat propaganda politik yang sangat kuat pada masanya. Untuk menyatukan rakyat Maluku dalam semangat nasionalisme Indonesia.
Sarekat Ambon, Sarekat Ambon
Berdiri dengan teguh
Membela Bangsa dan Tanah Air
Dengan hati yang sungguh
Bangunlah hai putra-putri Ambon
Singsingkan lengan baju
Tinggalkan perselisihan lama
Majulah kita maju
Satu hati, satu tujuan
Indonesia Merdeka
Sarekat Ambon di garis depan
Membela nusa bangsa.
Martha Latumahina atau lebih populer dengan nama Ina Bala Wattimena, adalah sosok pejuang perempuan luar biasa dari Maluku. Beliau dijuluki sebagai Perempuan Tiga Zaman.
Meskipun namanya mungkin tidak sepopuler Martha Christina Tiahahu di buku sejarah sekolah, peran dan jasa-jasanya sangat krusial dalam pergerakan politik dan kemerdekaan di Indonesia Timur.
Berikut adalah profil dan catatan perjuangan beliau:
Nama asli adalah Martha Latumahina. Namun kadung populer dsngan menyandang nama Ina Bala Wattimena. Ina berarti Ibu atau Perempuan sedangkan Bala adalah nama panggilannya.
Ina Bala lahir di Desa Hunuth atau ada sumber lain menyebut di Lateri, Ambon pada 15 Mei 1902. Beliau wafat di Desa Lateri, 20 Juli 1982 pada usia 80 tahun.
Beliau diakui negara sebagai Tokoh Perintis Kemerdekaan.
Jejak Perjuangan dan Kepemimpinan Ina Bala dikenal karena keberaniannya menembus dominasi laki-laki di dunia politik dan jurnalisme pada masa kolonial hingga awal kemerdekaan.
Tokoh perempuan Maluku ini mendirikan Ina Tuni di tahun 1921 pada usia baru 19 tahun. Ina juga mendirikan organisasi perempuan pertama di Maluku bernama Ina Tuni yang artinya Perempuan Sejati atau Perempuan Mulia.
Awalnya organisasi ini berfokus pada kursus keterampilan seperti, menjahit dan memasak. Kegiatan ini untuk memberdayakan perempuan Ambon, namun secara terselubung menjadi sayap politik pendukung Sarekat Ambon, partai politik bentukan Alexander Jacob Patty.
Ina Wattimena adalah jurnalis perempuan pertama di Maluku. Ina mendampingi A.J. Patty dalam mengelola surat kabar Sarekat Ambon Ina Tuni atau SAIT. Melalui tulisan-tulisannya, ia menyebarkan semangat nasionalisme dan kritik terhadap pemerintah Hindia Belanda hingga koran tersebut akhirnya dibredel.
Selain sebagai jurnalis, Ina memimpin pergerakan disaat para pejuang laki laki ditangkapi. Ketika A.J. Patty ditangkap dan diasingkan oleh Belanda, Ina Bala mengambil alih komando perjuangan Sarekat Ambon di Maluku. Ina tetap menjalankan pertemuan-pertemuan politik meskipun di bawah pengawasan ketat aparat kolonial.
Ina adalah budayawan dan pencipta lagu. Kecintaannya pada tanah air dituangkan lewat musik. Beliau adalah pencipta lagu Mars Sarekat Ambon, sebuah lagu perjuangan yang membakar semangat rakyat Maluku untuk menuntut kemerdekaan.
Pasca kemerdekaan, dedikasinya berlanjut hingga tingkat nasional. Ina menjadi perempuan Maluku pertama yang duduk di parlemen DPR-GR, pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.
Ina membuktikan bahwa perempuan Maluku bisa menjadi pemimpin politik dan jurnalis di era di mana akses pendidikan bagi perempuan sangat terbatas. Ina gigih mempertahankan identitas ke-Indonesiaan di Maluku dan menolak tunduk pada upaya Belanda untuk memisahkan Maluku dari Republik Indonesia.
Salah satu ciri khasnya yang melegenda adalah ia sering tampil tanpa alas kaki atau nyeker dalam berbagai acara formal. Ini sebagai simbol kedekatannya dengan rakyat kecil yaitu kaum tani.
Kaum kecil ini dari mana ia berasal. Ina Bala Wattimena adalah simbol ketangguhan Mama Maluku yang berjuang bukan dengan senjata parang, melainkan dengan pena, organisasi, dan diplomasi politik. (win)

