
Panggayo.com – Nama Kiromal Katibin kini tak asing lagi di telinga pecinta olahraga panjat tebing dunia. Atlet asal Indonesia ini menjelma menjadi ikon baru nomor speed climbing, cabang olahraga yang menuntut kecepatan, kekuatan, dan konsentrasi dalam hitungan detik.
Puncak prestasinya tercatat pada IFSC World Cup 2022 di Villars, Swiss, ketika Katibin membukukan catatan waktu 5,00 detik. Catatan itu bukan hanya mengantarkannya menjadi juara, tetapi juga mencatatkan namanya di buku sejarah sebagai pemegang rekor dunia panjat tebing tercepat. Lebih dari sekali, ia mampu mempertajam rekornya sendiri, menunjukkan bahwa konsistensi adalah kunci dalam kariernya.
Namun, perjalanan Katibin tidaklah instan. Berlatih sejak usia muda, ia menekuni dinding panjat dengan disiplin tinggi. Dari sesi latihan di Indonesia hingga ajang internasional, Katibin selalu menunjukkan karakter seorang atlet yang pantang menyerah. Ia mengibarkan Merah Putih di podium dunia bersama rekannya sesama pemanjat speed, seperti Veddriq Leonardo, yang membuat Indonesia dikenal sebagai “raja speed climbing dunia.”
Bagi Katibin, panjat tebing bukan sekadar olahraga, melainkan panggilan jiwa. Setiap pijakan kakinya di dinding tebing buatan adalah wujud dedikasi dan doa, bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk bangsa.
Kini, dengan semakin dekatnya Olimpiade Paris 2024 yang menghadirkan nomor speed climbing, sorotan publik dunia kembali tertuju pada Katibin. Harapan besar pun disematkan kepadanya: melanjutkan tradisi emas Indonesia di olahraga yang penuh adrenalin ini.
Seperti dinding panjat yang selalu menantang, perjalanan Kiromal Katibin pun terus berlanjut. Dan bagi Indonesia, ia adalah kilat yang lahir dari dinding, mengingatkan bahwa kecepatan, kerja keras, dan keyakinan bisa mengantar ke puncak dunia.
Berdasarkan data terbaru Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC), atlet panjat tebing Indonesia Kiromal Katibin berhasil mengumpulkan total 4.255 poin. Raihan tersebut menobatkannya sebagai peringkat satu dunia kategori speed putra, unggul atas wakil Amerika Serikat, Samuel Watson, yang berada di posisi kedua.
Karier Katibin sebelumnya sudah lebih dulu mencuri perhatian dunia. Dalam kurun 2021–2022, ia mencatatkan torehan luar biasa dengan memecahkan enam rekor dunia speed climbing:
- Salt Lake City – 5,25 detik
- Seoul – 5,17 detik
- Salt Lake City – 5,10 detik
- Villars – 5,09 detik & 5,04 detik
- Chamonix – 5,009 detik
Konsistensi prestasi ini menjadikan Kiromal Katibin bukan hanya ikon panjat tebing Indonesia, tetapi juga salah satu atlet speed climbing terbaik yang pernah ada di panggung dunia. (win)

