PANGGAYO Sosial Budaya Edukasi Seni Yang Kerap Diabaikan

Edukasi Seni Yang Kerap Diabaikan

Ilustrasi Seni. Foto Istimewa

Panggayo.com – Indonesia dikenal dunia karena seninya. Di setiap forum internasional, wajah negeri ini selalu diperkenalkan melalui musik, tari, batik, dan puisi.

Tak ada pertemuan budaya global tanpa penampilan seniman Indonesia di atas panggung. Namun di tanah air sendiri, seni justru menjadi bidang yang paling sering diremehkan.

Di sekolah-sekolah, pelajaran seni dianggap sekadar pengisi waktu. Anak yang berbakat menari, menyanyi, atau bermain musik kerap ditegur karena nilai matematikanya turun. Pandangan sempit ini masih kuat: seni tidak menjamin masa depan, seni tidak bisa memberi makan.

Padahal, musik adalah matematika, tari adalah fisika, dan setiap karya seni adalah hasil dari kemampuan berpikir analitis dan kreatif sekaligus.

Ironinya, yang membuat Indonesia dikenal dunia justru para pelaku seni itu. Orang luar negeri tidak datang ke Indonesia untuk berobat, bukan pula untuk belajar ekonomi. Mereka datang untuk menyaksikan keindahan budaya yang kita hasilkan—dari gamelan dan wayang hingga puisi dan batik.

Tapi para pelaku seni yang membuat bangsa ini dikenal, sering tumbuh dari ruang-ruang pendidikan yang menekan, bukan mendukung.

Kita mengagungkan teknologi dan sains, tetapi lupa bahwa kreativitas lahir dari kepekaan rasa. Tanpa seni, bangsa kehilangan daya imajinasi, kehilangan empati, dan akhirnya kehilangan arah. Kemajuan tanpa kebudayaan hanyalah kekosongan yang dibungkus angka pertumbuhan.

Sudah saatnya pendidikan Indonesia menempatkan seni sejajar dengan ilmu pengetahuan lainnya. Seni bukan pelajaran pelengkap, melainkan fondasi pembentukan karakter, kepekaan, dan kebijaksanaan. Bangsa yang menghargai seninya bukan hanya menjaga tradisi, tetapi sedang membangun peradaban.

Karena sejatinya, bangsa besar bukan hanya yang mampu berhitung dengan cepat, tapi yang mampu merasakan dengan dalam. (fir)

Jasa Fotografi