Panggayo.com – Lereng bersudut 50 derajat dengan turunan sejauh 9.000 kaki bukanlah tempat bagi yang bernyali kecil. Namun bagi Jim Morrison, pendaki gunung asal Amerika Serikat, itulah tantangan yang ia cari, dan akhirnya taklukkan.
Pada 15 Oktober lalu, Morrison mencatat sejarah sebagai orang pertama yang berhasil menuruni jalur tersulit di Gunung Everest dengan ski, yaitu Hornbein Couloir di sisi utara puncak tertinggi dunia itu.
Momen bersejarah ini direkam oleh fotografer sekaligus penjelajah National Geographic, Jimmy Chin, yang bersama sutradara Chai Vasarhelyi tengah menggarap film dokumenter tentang pencapaian ekstrem Morrison.
“Bagi pendaki ski di gunung, sisi utara Everest adalah tujuan terbesar,” ujar Morrison kepada National Geographic setelah menyelesaikan penurunan selama empat jam lima menit.
Ia menggambarkan kondisi medan yang dihadapinya sebagai “mengerikan setelah seminggu diterpa angin kencang”. Namun, di balik kerasnya alam Himalaya, Morrison masih menemukan keindahan.
“Saya masih bisa menikmati beberapa belokan luar biasa—turunan yang sangat menakutkan sekaligus sangat indah. Ini adalah lintasan terbaik di planet Bumi,” katanya.
Hornbein Couloir selama ini dikenal sebagai jalur legendaris yang belum pernah berhasil ditaklukkan dengan ski. Upaya sebelumnya sering berakhir tragis, bahkan memakan korban jiwa. Karena itu, keberhasilan Morrison bukan hanya soal keberanian, tetapi juga ketekunan, perencanaan matang, dan rasa hormat terhadap gunung itu sendiri.
“Saya sangat gembira, kelelahan, dan emosional. Lega akhirnya bisa turun dengan selamat dan menyelesaikan misi epik ini. Saya begitu bangga dengan tim saya,” ujarnya.
Hari itu, cuaca bersahabat. “Cerah sepanjang hari, hanya sedikit awan, hampir tanpa angin—hari Himalaya yang sempurna untuk mencapai puncak dunia,” tambahnya.
Namun bagi Morrison, perjalanan ini bukan sekadar pencapaian pribadi. Ia mempersembahkan momen bersejarah itu untuk Hilaree Nelson, pasangannya yang juga penjelajah National Geographic, yang meninggal tiga tahun lalu akibat jatuh di Gunung Manaslu, puncak tertinggi kedelapan di dunia.
“Ketika akhirnya saya menyeberangi bergschrund, saya menangis,” kenangnya. “Saya sudah mempertaruhkan begitu banyak, tapi saya masih hidup. Rasanya seperti penghormatan untuk Hilaree—sesuatu yang pasti akan membuatnya bangga. Saya benar-benar merasa dia bersama saya, menyemangati dari atas sana.” ujarnya dikutip dari National Geographic
Dengan keberhasilannya menaklukkan Hornbein Couloir, Jim Morrison tak hanya mencetak rekor baru di dunia pendakian dan olahraga ekstrem, tetapi juga mengukir kisah tentang keberanian, kehilangan, dan cinta yang tetap hidup di antara puncak-puncak tertinggi bumi. (fir)

