
Panggayo.com – Sejumlah pengamat memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 akan tetap di kisaran 5%. Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) memberikan prediksi berdasarkan indikator-indikator ekonomi global dan inflasi yang masih menghadapi ketidakpastian.
APINDO menunjukkan bahwa ada kemungkinan penurunan kelas menengah disebabkan oleh kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan potensi pemutusan hubungan kerja, yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah.
Kebijakan untuk Meningkatkan Investasi
Perbaikan iklim usaha yang berkaitan dengan perizinan, regulasi, dan birokrasi perlu dilakukan untuk menarik investasi.
Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, APINDO menekankan pentingnya perbaikan pada iklim usaha, termasuk dalam aspek birokrasi dan regulasi yang terkait dengan perizinan untuk meningkatkan investasi, terutama di sektor-sektor digital dan ekonomi hijau.
Peningkatan kualitas iklim investasi diharapkan dapat membantu perusahaan-perusahaan, terutama UMKM, untuk berpartisipasi dalam rantai pasok yang lebih luas.
Peningkatan Sektor UMKM dan Konsumsi Domestik
UMKM saat ini menyumbang sekitar 60% lebih dari PDB bruto Indonesia.
Dengan kontribusi UMKM yang signifikan terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja, ada dorongan agar pemerintah memberikan insentif dan dukungan bagi UMKM. Hal ini juga termasuk integrasi UMKM ke dalam rantai pasok perusahaan besar.
Lembaga riset ekonomi Indef mencatat bahwa konsumsi domestik akan tetap menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi, di mana saat ini menyumbang 55% dari PDB Indonesia.
Kebijakan Fiskal dan Stabilitas Ekonomi
Pemerintah berupaya melakukan efisiensi anggaran serta meningkatkan utilitas infrastruktur.
Pemerintah berencana untuk melakukan efisiensi anggaran dan meningkatkan infrastruktur guna mengurangi biaya logistik dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Kebijakan insentif likuiditas dan stabilisasi nilai tukar Rupiah sedang diperkuat, termasuk pemeliharaan tingkat bunga dan penawaran kredit dengan syarat yang lebih ringan untuk mendorong pertumbuhan sektor-sektor prioritas. (fir)

